Data WHO Global Report tahun 2014 mengatakan bahwa terjadi 68% kematian akibat penyakit tidak menular (PTM). Kematian karena gangguan pernapasan menyumbang 10,7% dari seluruh perubahan penyebab kematian. Sekali rokok menggerogoti tubuh Anda, efeknya menjadi sangat buruk bagi tubuh.

Ketika nikotin masuk ke dalam tubuh, kadar oksigen yang seharusnya mengalir ke dalam darah pun berkurang. Hal ini dapat mempercepat pembekuan darah yang kemudian berpotensi memicu serangan jantung. Pada otak manusia, rokok bisa menyebabkan aneurisma otak, yaitu pembengkakan pembuluh darah yang terjadi akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Sewaktu-waktu pembuluh darah bisa pecah dan menimbulkan perdarahan otak.

“Efek yang biasanya paling mudah dilihat adalah bau mulut dan gigi yang bernoda atau kekuningan,” jelas Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FASPR, Ketua Divisi Paru Kerja dan Lingkungan Departemen Pulmonologi FKUI RS Persahabatan, ada empat zat paling berbahaya dari rokok.

Salah satu efek paling berbahaya akibat merokok adalah kanker paru-paru. Bahan-bahan kimia dalam rokok berpotensi merusak sel-sel pada paru-paru yang bisa membentuk sel kanker. Penyakit serius lainnya yang bisa mengancam adalah bronkitis, pneumonia, dan emfisema. Untuk penggunaan jangka panjang, rokok dapat menyebabkan osteoporosis karena racun pada rokok bisa merusak tulang dengan cara menghentikan kerja sel-sel konstruksi.

Kini, banyak juga wanita berisiko dengan menjadi perokok aktif. Padahal, efeknya membuat penampilan menjadi buruk. Selain gigi kekuningan, rokok juga akan membuat seseorang terlihat jauh lebih tua dari usia seharusnya. Ini terjadi karena kurangnya asupan oksigen ke kulit sehingga menyebabkan kerutan di sekitar mata dan mulut. Bahaya lain bagi wanita perokok adalah munculnya gangguan sistem reproduksi sehingga menyebabkan terganggunya periode menstruasi hingga masalah kesuburan rahim.

“Bagi wanita hamil, racun dari rokok mengganggu pertumbuhan ari-ari serta menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan rendah saat bayi lahir, tergantung separah apa sang ibu merokok,” jelas dr. Agus. Jadi, sangat disarankan untuk ibu hamil berhenti merokok.

Jika ditanya soal perbandingan antara perokok pasif dan aktif, menurut dr. Agus, perokok aktif tetaplah lebih terancam gangguan kesehatannya. “Kalau perokok pasif, dia menghirup asap rokok dari luar saja, tetapi perokok aktif mengisap rokok dan kemudian menghirup asap rokok yang dikeluarkan. Bahayanya jadi dobel,” ucapnya.

Berikut 7 fakta tentang rokok yang perlu Anda ketahui:

1/ Lebih dari 2.677.000 anak dan 53.767.000 orang dewasa mengonsumsi tembakau tiap hari di Indonesia.

2/ 57,1% adalah perokok pria, 3,6% wanita, dan 41% perokok di bawah umur. (The Tobacco Atlas, 2015)

3/ Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok remaja tertinggi di dunia. Sebanyak 3 dari 5 anak di Indonesia tertarik untuk merokok karena iklan rokok di TV dan secara bebas membelinya di toko, warung, atau pasar swalayan. Sehingga, 20% dari total seluruh pelajar SMP di Indonesia yang berusia antara 13-15 tahun sudah pernah merokok. (WHO dalam Global Youth Tobacco Survey, 2014)

4/ Jumlah kematian akibat konsumsi tembakau menjadi 240.618 orang per tahun, atau 13,9% kematian. (Soewarta Kosen -Tobacco Control Support Center, 2015)

5/ Wanita, anak-anak, dan balita merupakan kelompok yang paling banyak terpapar asap rokok dalam rumah. Jumlah perokok pasif di Indonesia 96 juta jiwa, yaitu 54% wanita dan 56% balita usia 0-4 tahun. (Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2015)

6/ Puntung rokok merupakan sampah terbanyak di Indonesia. Filter rokok yang mengandung asetat selulosa tipe plastik membutuhkan 12 tahun untuk terurai. Residu bahan kimia di dalamnya juga dapat meracuni ikan dan biota laut. (International Journal of Environmental Research and Public Health, Coastal Clean Up 2016)

Sumber : http://www.fctcuntukindonesia.org/content/berita/7_fakta_tentang_rokok_yang_perlu_anda_ketahui