ahok12345678Rimanews – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkeras tetap melarang iklan rokok pada seluruh media luar ruang atau di ruang publik. Pasalnta, ternyata hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari iklan rokok tidak cukup untuk menanggung asuransi kesehatan pada masyarakat yang sakit akibat rokok.

“Jadi jangan tukar beras dengan ubi. Kelihatannya besar penghasilan dari pajak rokok kan, yang sakit itu lebih gede. Jadi enggak usah,” katanya bernada tinggi di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/1).

Kebijkan ini akan segera dilaksanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2015 tentang Larangan Penyelenggaraan Reklami Rokok dan Produk Tembakau Pada Media Luar atau di Ruang Publik.

Walaupun diketahui, sejatinya peraturan tersebut sudah harus berlaku sejak 13 Januari lalu seiring terbitnya Pergub Nomor 1 Tahun 2015. Untuk iklan yang sudah terpasang tetap akan dibiarkan hingga masa kontraknya habis. Setelah kontrak selesai, iklan rokok akan dibongkar.

Ahok menegaskan salah satu alasan diterapkannya peraturan ini untuk melindungi anak-anak dari bahaya rokok. Sebab, saat ini banyak anak-anak usia tanggung sudah mulai gemar merokok. “Dasarnya terlalu banyak, salah satunya meningkatnya ‎anak-anak yang merokok dan bahaya rokok, kanker, segala macam terlalu tinggi,” tandas dia.

Sumber: http://ekonomi.rimanews.com/bisnis/read/20150128/193756/Ahok-Ngotot-Larang-Iklan-Rokok-di-Ruang-Publik-Ini-Alasannya-