7OdDfZHLg5[1]

NIKOTIN pada rokok merupakan unsur utama penyebab kecanduan karena mengandung zat adiktif. Nikotin selalu ditemukan pada rokok konvensional atau rokok elektrik. Selama ada bahan yang mengandung tembakau, selalu akan menimbulkan adiksi.

Penelitian di California mengungkapkan, asap rokok mengendap di kain atau karpet ternyata menghasilkan zat-zat karsinogen penyebab gangguan fungsi hati dan pemicu kanker. Sehingga tak heran, tidak sedikit orang Indonesia meninggal karena kanker paru-paru setiap harinya.

“Korban rokok di Indonesia banyak berjatuhan karena kanker paru-paru. Sekitar 660 orang meninggal per bulan karena efek buruk rokok. Bahkan tiap jam, 27 orang meninggal karena rokok. Begitu dahsyatnya angka tersebut dan 10 tahun terakhir, pemerintah kurang aware dengan fenomena itu,” ujar Pengurus Bidang Pengembangan Dukungan Medik Komnas PT, Dr H Hakim Sorimuda Pohan SpOG (K) saat Press Conference Negara Tidak Hadir Melindungi Anak di Kantor Ikatan Dokter Indonesia, Menteng, Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Rokok di Indonesia sudah tidak kenal usia. Baik balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga orangtua sangat sulit untuk menghindari rokok. Bahkan, di Indonesia sudah ada tiga golongan perokok, yaitu perokok primer (perokok aktif), perokok sekunder (perokok pasif), dan perokok tersier (mereka yang terpapar endapan asap rokok, meski perokok sudah tidak ada).

Bukan hanya itu, rokok juga tidak pernah mengenal status ekonomi dan pendidikan. Malah, banyak sekali orang-orang berstatus ekonomi rendah dan berpendidikan minim lebih rajin membeli rokok dibanding mereka yang kaya raya.

(yac)

sumber: http://lifestyle.okezone.com/read/2015/03/18/481/1120692/bahaya-asap-rokok-tak-kenal-usia