rokok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TANGERANG (Pos Kota) – Bagi anda perokok, jangan coba-coba berani merokok sembarangan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Jika anda nyeleneh, maka bersiaplah menerima hukumannya.

Kurungan penjara selama 3 bulan menanti para perokok yang tetap nekat merokok di tempat umum, seperti di dalam angkot, tempat pendidikan, ibadah, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan, pasar tradisional dan modern.

Aturan tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Tangsel. Perda larangan merokok sudah mulai disosialisasikan sejak Kamis (15/12/2016).

“Kami akan awasi ketat untuk menegakkan aturan,” ujar Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tangsel Muhammad Muksin saat ditemui usai sosialisasi Perda KTR di Serpong.‎

Untuk mengawasi para perokok bandel, kata Muksin, dibentuk satuan tugas (Satgas) di masing-masing Rukun Warga (RW), Kelurahan, Kecamatan, SKPD serta pengelola fasilitas umum. “Jika melanggar pastinya ada sanksi. Mulai teguran hingga sanksi penjara selama 3 bulan,” ucapnya.

Para Satgas anti rokok ini nantinya akan menegur orang yang sedang merokok di tempat yang dilarang. Teguran tersebut merupakan sanksi moral terhadap perokok. “Kami akan tindak tegas pelanggar perda,” Kamis (15/12/2016).‎

Sementara itu, Kabid Promosi Kesehatan dan SDK Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Iin Sofiawati menambahkan selain menindak perokok, Pemerintah daerah juga akan melarang warung ataupun minimarket menjual rokok secara terang-terangan. ‎

‎”Kalau tetap berjualan rokok, pedagang cukup memasang tulisan di sini tersedia rokok saja. Dilarang menampilkan merek atau logo serta bentuk rokok itu sendiri. Apabila ada yang melanggar, akan kami kenakan sanksi,” kata Iin.‎

Menurut Iin selain larangan berjualan rokok, raperda ini juga akan melarang pemasangan iklan rokok di Kawasan Tanpa Rokok. Hal ini menjadi satu poin yang dituangkan dalam rancangan peraturan daerah Kawasan Tanpa Rokok (Ranperda KTR).‎

“Jadi nanti di Kawasan Tanpa Rokok ini bukan hanya tidak boleh ada penjualan rokok, tapi juga tidak boleh ada iklan rokok,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Suharno juga mengatakan, perda yang melarang adanya merokok sangat diperlukan ‎sebagai payung hukum agar industri rokok tidak memiliki celah dalam bentuk apapun untuk mempromosikan produknya. Hal ini untuk mencegah terjangkitnya penyakit melalui zat adiktif dari nikotin rokok.

“Masyarakat ingin hidup sehat tanpa asap rokok. Kawasan perkantoran pemerintah bagian dari ruang publik maka dilarang merokok sembarangan. Ruang khusus untuk rokok pasti akan disediakan pula nantinya,” papar Suharno.
(imam/sir)‎

Sumber : http://poskotanews.com/2016/12/16/berani-merokok-sembarangan-di-tangsel-siap-siap-dipenjara-3-bulan/