SABTU, 31 MEI 2014 18:55 wib

detail berita

Setop merokok (Foto: Google)
PADA puncak 1st Indonesian Conference on Tobacco Health (ICTOH) 2014 ditutup dengan deklarasi terkait upaya pencegahan dan pengendalian penggunaan tembakau di Indonesia. Salah satu isi deklarasi meminta pemerintah untuk menaikkan pajak produk tembakau.
Selain itu, salah satu isi deklarasi juga meminta DPR RI mengamandemen UU 39 tahun 2007 tentang cukai, khususnya menghapus ketentuan tarif paling tinggi cukai rokok. Lalu, apa tujuan dinaikkannya pajak cukai rokok?Terkait dengan salah satu isi deklarasi tersebut, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Dr. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes mengatakan bahwa di Amerika sudah sejak lama menerapkan pajak yang tinggi terhadap rokok. Bahkan, menurutnya, di Amerika harga sebungkus rokok bila dirupiahkan sekiranya Rp100.000.”Tetapi, di sini (Indonesia-red) harganya hanya Rp10 ribu sampai Rp15 ribu, itu kan murah sekali. Dengan begitu, anak-anak sekolah itu bisa patungan beli rokok, tetapi kalau remaja di sana (Amerika-red) tidak akan mampu beli rokok,” ungkapnya di sela-sela acara Indonesia Conference on Tobacco or Health 2014 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (31/5/2014).Selain itu, menurut Dr. Ekowati, perokok di Indonesia itu rata-rata di kalangan orang miskin. Sehingga Dr. Ekowati mengatakan bahwa kalau sudah tidak mampu untuk membeli rokok, pastinya mereka bagaimanapun akan lebih mengutamakan makan.

“Untuk membeli susu tidak bisa, tetapi beli rokok mampu. Dengan semakin ditingkatkan cukai rokok itu karena kita sayang mereka. Daripada meracuni diri sendiri, supaya mereka tidak mampu membeli, makanya ditingkatkan cukai,” tutupnya.
(tty)