Mataram (suarantb.com) – Maraknya iklan rokok di sekitar lingkungan sekolah di Kota Mataram diprotes Gagas Foundation NTB. Ketua Gagas Foundation, Azhar Zaini mengungkapkan keprihatinannya terkait persoalan itu. “Billboard dan videotron di Kota Mataram hampir secara keseluruhan isinya iklan rokok semua,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin, 20 Februari 2017.

Zaini mengatakan iklan rokok banyak ditemukan dalam bentuk billboard, spanduk, poster hingga stiker. Pemasangan dilakukan di dekat areal sekolah seperti di pagar, warung, dan lainnya. Pihaknya mempersoalkan hal ini lantaran menjadikan siswa SD, SMP, dan SMA sebagai target utama penjualan.

Jika dibiarkan dapat menimbulkan masalah serius. Karena menurutnya rokok menjadi pintu utama bagi anak-anak mengenal narkoba. “Dari rokok mereka akan mengenal narkoba,” kata Zaini.

Berdasarkan pantauan pihaknya, iklan yang dipasang di dekat sekolah juga memuat informasi harga rokok, bukan untuk penjualan per bungkus, tetapi per batang. Menurutnya anak-anak sengaja dijadikan target utama penjualan. Asumsinya dengan uang Rp 1.500, para siswa dipastikan memiliki kemampuan membeli sebatang rokok.

Hal ini juga membuat akses rokok menjadi mudah dan murah untuk didapatkan. “Ini sengaja dilakukan,” tudingnya. Ia juga mengatakan dengan cara ini, produsen ingin menanamkan pada anak-anak bahwa rokok produk yang normal dan tidak berbahaya. Sehingga ketika mereka merokok dianggap anak gaul dan keren. Akibat persoalan ini, Kota Mataram juga dinilai sulit mendapatkan predikat sebagai kota layak anak pada 2018 mendatang. Pasalnya tidak boleh ada reklame produk rokok dalam bentuk apapun di wilayah kota.

Pemilik warung juga diduga dibayar produsen untuk memasang iklan. Seperti yang disampaikan perwakilan Yayasan Lentera Anak Jakarta.

Hal ini menurutnya terjadi karena Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16 Tahun 2015 tentang Sekolah Kawasan Tanpa Rokok belum diimplementasikan. Perda terkait Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) juga dinilai masih lemah dan tidak ada pengawasan.

Yayasan Lentera Anak dan Gagas Foundation bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di lima kabupaten/kota melakukan pendampingan kepada 90 sekolah. Lima kabupaten/kota tersebut yaitu Mataram, Padang, Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor. Upaya yang dilakukan adalah dengan menurunkan iklan rokok di warung di sekitar sekolah dan menggantinya dengan pesan yang positif. (anh)

Sumber : http://www.suarantb.com/news/2017/02/20/24486/diprotes.iklan.rokok.di.sekitar.sekolah