PROKAL.CO, BANJARBARU – Kabar baik bagi dunia kesehatan di Banjarbaru. DPRD Banjarbaru sebentar lagi menggodok draf Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Ketua DPRD Banjarbaru AR Iwansyah menegaskan, Perda ini tidak bermaksud mendiskriminasi kaum penikmat tembakau. “Bukan melarang merokok atau anti perokok, tapi mengatur. Dimana saja yang boleh merokok, dimana yang dilarang,” ujarnya.

Perda KTR sudah lebih dulu diterapkan di Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarmasin. Dalam Perda itu, tempat ibadah, fasilitas pendidikan dan kesehatan, pusat perbelanjaan dan fasilitas layanan publik milik pemerintah wajib bebas dari asap rokok.

Intinya, bagaimana caranya melindungi warga non perokok, bahwa mereka memiliki hak untuk tidak menjadi perokok pasif. Terutama bagi ibu hamil yang rentan sekali dengan asap rokok. “Bagaimana caranya agar ruang publik bebas asap rokok,” imbuhnya.

Namun, politisi Golkar itu menegaskan, harus ada masa sosialisasi yang cukup. Termasuk juga persiapan fasilitas penunjang seperti area khusus perokok. Perda itu tak bisa langsung diterapkan, agar masyarakat tak kagetan. “Dinas Kesehatan harus lebih dulu menyediakan ruangan-ruangan khusus bagi perokok,” tegasnya.

Contoh seperti ruangan khusus merokok yang berada di halaman belakang perkantoran Balai Kota. Bilik terisolir itu tak hanya dilengkapi asbak, tempat duduk dan pengatur sirkulasi udara. Tapi juga pamflet-pamflet besar tentang sosialisasi bahaya merokok.

Keuntungan lain yang didapat pemko, Perda KTR menjadi syarat utama untuk mendapat jatah bagi hasil dari cukai rokok. Nominalnya tak bisa disebut kecil.

“Pembagian cukai lumayan untuk menambah anggaran kesehatan kota,” pungkasnya. Cukai dibayarkan oleh produsen perokok kepada pemerintah, sebagai kompensasi atas dampak kesehatan yang diterima masyarakat dari produk sarat nikotin tersebut. (fud/ema)

Sumber : http://kalsel.prokal.co/read/news/8091-dprd-banjarbaru-siapkan-raperda-kawasan-tanpa-rokok.html