FCTC Ditunda: Pemerintah Diminta Gulirkan Program Jangka Panjang

Adi Ginanjar Maulana – 11 Maret 2014

 

Bisnis-jabar.com, BANDUNG—Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat meminta pemerintah membuat program jangka panjang menyusul penundaan penandatanganan ratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).

Penasihat APTI Jabar Iyus Supriatna meski pemerintah menunda penandatanganan FCTC bukan berarti petani merasa gembira, karena mereka tetap merasa khawatir sewaktu-waktu kesepakatan itu ditandatangani.

“Pemerintah perlu mengantisipasi dengan berbagai program dari sekarang, agar saat ditandatanganinya FCTC nanti tidak merugikan para petani,” katanya kepada Bisnis, Selasa (11/3).

Menurutnya, mulai saat ini bisa memetakan program untuk pengganti tanaman tembakau jika nantinya FCTC jadi ditandantangai. Secara perlahan, katanya, dalam jangka panjang petani akan mengurangi lahan tembakau mereka.

Iyus menjelaskan jika pemerintah tidak menggulirkan program itu maka para petani akan merugi besar, karena pendapatan dari produksi tembakau sangat tinggi.

Dia mengaku memang tidak mudah mengalihkan pekerjaan yang sekarang dimiliki petani. Apalagi, sekitar 25.000 kepala keluarga (KK) di Jabar bermata pencaharian sebagai petani tembakau dengan produksi sekitar 8.000 ton per tahun.(k29)

Editor : Adi

Page  source: http://bandung.bisnis.com/read/20140311/5/502953/fctc-ditunda-pemerintah-diminta-gulirkan-program-jangka-panjang