Menurut hasil penelitian oleh Global Youth Tobacco Survey (GYTS), didapatkan hasil 37,3 % anak usia 13 hingga 15 tahun di Indonesia pernah merokok. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat 4% tiap tahunnya.
World No Tobacco Day (WNTD) atau dikenal sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) diperingati setiap tanggal 31 Mei. Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) memulai peringatan ini pada tahun 1987 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya tembakau pada kesehatan. Gerakan WNTD ini menitikberatkan pada seruan untuk para perokok agar berhenti merokok selama 24 jam serentak di seluruh dunia. Aksi ini bertujuan untuk menarik perhatian publik tentang akibat rokok pada kesehatan manusia. Gerakan ini menimbulkan reaksi pro dari pemerintah, lembaga kesehatan, maupun aktivis kesehatan. Namun tak jarang aksi ini juga menuai tentangan daro para perokok, petani tembakau, dan industry rokok.

Setiap tahun, WHO menentukan tema khusus untuk memperingati WNTD yang bertujuan untuk menyatukan pesan global anti rokok. Tema yang ditetapkan ini akan menjadi komponen utama agenda WHO terhadap perjuangan anti tembakau pada tahun berikutnya. Pada tahun 2013 ini, WHO menetapkan tema HTTS untuk Hentikan Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok. Setahun sebelumnya, WHO mengambil tema “Campur tangan industri rokok”. Dalam tema tiap tahunnya, WHO menekankan gagasan tentang “kebenaran”. Tema-tema seperti “Tobacco: mematikan dalam berbagai wujudnya” (2006), “Are you being manipulated? Ban tobacco advertising, promotion, and sponsorship” (2013), menunjukkan WHO bahwa tembakau dapat saja disebarluaskan melalui berbagai strategi pemasaran yang diusung industri tembakau.

Muhammadiyah Tobacco Control Centre (MTCC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang bergerak aktif dalam pengendalian dampak tembakau, ikut menyambut peringatan HTTS dengan menggelar berbagai acara. Salah satunya adalah kegiatan aksi simpatik penyuluhan kesehatan dan penukaran rokok dengan permen. Kegiatan ini diawali dengan long march dari Taman Parkir Abu Bakar Ali Malioboro Yogyakarta, diakhiri dengan flash mob di area nol kilometer. Peringatan ini dilakukan bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Gigi UMY (Himakagi) dan Senat mahasiswa Kedokteran Umum UMY (SEMAKU). Dalam kesempatan ini hadir memberikan dukungan, ketua MTCC, dr. Erwin Santosa, Sp.A., M.Kes dan wakil ketua MTCC, Dra. Mutia Hariati Hussin, MSi.

Flash mob HTTS MTCC