TRIBUNJOGJA.COM – Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia Selatan menyimpulkan bahwa rokok elektronik tidaklah membantu perokok menghentikan kebiasaan mereka merokok.
Dewan Kanker Australia Selatan akan menyampaikan laporan penelitian mereka di Konprensi Pengaturan Tembakau Oceania 2015 yang sedang berlangsung di Perth (Australia Barat).
Studi ini menggunakan data dari mereka yang menelpon layanan Quitline selama masa delapan bulan, dengan data 36 orang yang menggunakan rokok elektronik, 36 orang yang sebelumnya pernah menggunakan rokok elektronik, dan 15 orang yang sama sekali tidak pernah menggunakannya.
Kebanyakan rokok elektronik tersebut tidak berisi nicotine, dan beberapa orang menggunakan rokok elektronik tersebut bersamaan dengan obat-obatan lain guna menghilangkan kebiasaan merokok.
Manajer Pengawasan Tembakau Dewan Kanker Australia Selatan Lauren Maksimovic mengatakan bahwa mayoritas mereka yang menggunakan rokok elektronik mengatakan bahwa alat itu gagal mengurangi keinginan mereka untuk merokok atau berhenti.
“Mayoritas mengatakan mereka menggunakan rokok elektronik tersebut dalam usaha membantu menghentikan kebiasaan merokok.”
“Mereka menggunakannya untuk menggantikan kebiasaan menggunakan tangan dalam memegang rokok namun dalam kenyataannya tidak membantu mereka berhenti merokok.”
“Sebagian besar mereka mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan sama seperti merokok biasa, dan melakukan tindakan tangan memegang alat dan memasukkannya ke dalam mulut malah meningkatkan kebiasaan mereka merokok.”
Maksimovic mengatakan Dewan Kanker Australia Selatan juga masih khawatir dengan kemungkinan dampak buruk rokok elektronik tersebut dan mengatakan tidak ada bukti bahwa hal tersebut mengurangi kebiasaan merokok. (ABC Radio Australia)

Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2015/10/21/hasil-penelitian-rokok-elektrik-tak-membantu-perokok-berhenti-merokok