Dukung Masyarakat Indonesia Anti Rokok!

Rokok sudah sangat dikenal oleh masyarakat bukan hanya di Indonesia saja melainkan juga masyarakat dunia. Walaupun aksi sosialisasi berbagai macam dampak dan ancaman bahaya merokok yang berakibat buruk bagi kesehatan manusia selalu dilakukan, tetap saja masih banyak pecandu rokok bahkan para perokok baru bertambah banyak.

Para perokok akan sangat sulit meninggalkan kebiasaan tersebut karena mereka telah menikmati rokok. Kebiasaan ini biasanya akan berusaha mereka tinggalkan setelah mereka mendapatkan pengalaman buruk secara pribadi, dan kebanyakan adalah pengalaman yang menyakitkan. ‘Penyesalan selalu datang terlambat’, begitu kata pepatah.

Peringatan dalam setiap bungkus rokok sepertinya hanya sebuah penghias semata. Peringatan itu tidak dihiraukan oleh para perokok. Atau mungkin mereka menganggapnya sebuah tantangan jangka panjang, untuk membuktikan bahwa mereka kuat dan sanggup menghadapi bahaya seumur hidup? Jika itu benar, maka sia-sialah iklan atau peringatan yang katanya sekarang dibuat seram itu.

Peringatan Rokok Membunuhmu

Pemerintah dan juga pihak-pihak tertentu berusaha mengurangi jumlah para perokok dengan berbagai cara. Lihat saja kalimat iklan disetiap baner, spanduk, bahkan bungkus rokok itu sendiri bertuliskan kalimat “Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi dan Gangguan Kehamilan dan Janin.” Larangan iklan rokok di televisi juga tidak boleh menampilkan rokok secara langsung, atau dengan peraturan bahwa iklan rokok di televisi hanya boleh tayang saat pukul 21.00 keatas, sampai menerapkan kawasan bebas rokok.

Di tahun 2014 ini, pemerintah kembali “memperbarui” kampanye anti rokok dengan kalimat frontal “ROKOK MEMBUNUHMU” dengan tambahan gambar seram, sadis dan mengerikan sebagai peringatan akibat merokok dengan tulisan 18+ yang dilingkari.

Dikutip dari forum kompas, menteri kesehatan dr Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, dalam acara Puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Jumat (31/5/2013) mengatakan,
“Mulai 2014 perusahaan rokok wajib mencantumkan peringatan bahaya merokok, baik bergambar dan tulisan, sesuai dengan PP No 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.”

Berikut adalah 5 gambar “menyeramkan” dari peringatan akibat merokok. Banyak saran bahwa seharusnya gambar iklan nomor 2 dan 5 berikut ini diganti dengan gambar lain yang tidak menampilkan gaya merokok.

1. Merokok sebabkan kanker mulut.

Merokok Sebabkan Kanker Mulut

2. Merokok Membunuhmu.

Merokok Membunuhmu

3. Merokok sebabkan kanker tenggorokan.

Merokok Sebabkan Kanker Tenggorokan

4. Merokok dekat anak berbahaya bagi mereka.

Merokok Dekat Anak Berbahaya

5. Merokok sebabkan kanker paru-paru dan bronkitis kronis.

Merokok Sebabkan Kanker Paru dan Bronkitis

Mengingat bahwa saat ini bahkan anak kecil juga ada yang tergolong masih balita sudah terbiasa merokok karena lingkungan pergaulan yang dekat dengan para perokok. Bagaimana menurut anda para perokok dan yang bukan perokok, apakah hal itu mempunyai dampak psikologis agar bisa menghentikan kecanduan rokok?

Iklan “seram” juga sudah diterapkan lebih dulu di beberapa negara tetangga. Berikut contoh skrinsut iklannya.

Kemasan Rokok Thailand

Smoking warnings in Thailand

Kabarnya harga rokok di Amerika sangat mahal hingga $10-$15 perbungkusnya. Tetapi Australia juga diinformasikan mempunyai peraturan ketat dan harga rokok lebih mahal lagi jika dibandingkan dengan Amerika. Bisakah Indonesia membuat peraturan yang akan menekan Industri tembakau dan rokok yang sudah meracuni masyarakat menengah ke bawah?

Smoking warnings in Aussie

Atau mungkin anda punya ide lain untuk iklan anti rokok?

Seperti misalnya,

“Sepiring nasi dengan lauk, sayur dan buah-buahan lebih membuat anda kenyang dan sehat daripada rokok.”
“Rokok dapat menyebabkan perusahaan rokok makin kaya dan masa depan generasi bangsa makin suram.”

Mari kita ciptakan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa rokok!