JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng KH Salahuddin Wahid menerima penghargaan pengendalian tembakau 2017. Penghargaan diberikan karena Ponpes Tebu Ireng proaktif dalam kampanye bahaya rokok.

Pada November 2016 lalu, Ponpes Tebu Ireng juga menandatangani pernyataan bersama “Tolak Rancangan Undang-undang (RUU) Pertembakauan”. Tidak sampai situ, pada Maret 2017 lalu, Ponpes Tebu Ireng melaksanakan workshop untuk pengurus Ponpes Tebu Ireng dan pesantren lainnya di sekitar Jombang tentang pengendalian tembakau.

“Sudah sejak 20 tahun lalu, pondok pesantren melarang santrinya merokok, pengasuhan juga ditingkatkan namun belum efektif juga, sama dengan sekolah lain banyak yang merokok juga,” kata KH Salahuddin dalam acara Deklarasi Guru Indonesia Bagi Pengendalian Tembakau dan Talkshow “Ancaman Rokok Terhadap Masa Depan Anak Bangsa”, Rabu (24/5/2017).

Dikatakan KH Salahuddin, selanjutnya Pondok pesantren yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 1899 menerapkan sanksi pada santri yang kedapatan merokok. Sanksi yang diberikan yakni berupa hukuman yang mendidik, bertujuan untuk menyadarkam santri merefleksikan perbuatannya, seperti membersihkan kamar mandi, membersihkan kamar-kamar dan mengepel. Bahkan, jika santri ketahuan berkali-kali merokok, sanksi yang diberikan yakni berupa cukur rambut hingga gundul.

Namun Salahuddin menilai, meski telah berhasil diterapkan di Ponpes Tebu Ireng, disayangkan pengguna rokok makin hari meningkat dan kampanye anti rokok yang diadakan sejauh ini belum efektif seperti yang diharapkan. Pemberantasan rokok juga dilemahkan dengan adanya Rancangan Undang-undang (RUU) Pertembakauan, yang dinilai akan mengancam bangsa.

Bagi Salahuddin, rokok, narkoba, kekurangan gizi dan pendidikan yang tidak baik menjadi masalah nasional saat ini. “Kita harus optimis memerangi hal tersebut,” ujar Salahuddin.

Selain pondok pesantren, penghargaan yang diberikan oleh Komnas Pengendalian Tembakau ini juga diberikan pada Kota Padang. Penghargaan diberikan atas Peraturan Walikota implementasi dalam Perda Nomor 24 tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Padang. Selain itu dengan dicanangkannya Peraturan Walikota Padang nomor 25 tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Perda Kawasan Tanpa Rokok, serta iklan rokok dilarang beredar di Padang terhitung mulai 2018.

Tidak hanya itu penghargaan juga diberikan kepada Perusahaan Nutrifood karena telah aktif dalam penyelenggaraan kegiatan kampanye bahaya merokok. Nutrifood juga memberi apresiasi karyawan berhenti merokok, menerima pegawai tidak merokok dan mengadakan kontes L Men yang konsisten kampanye bahaya merokok dan tidak menjadi iklan produk rokok.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Sumber : http://www.netralnews.com/news/kesehatan/read/77424/ini.alasan..gus.sholah.terima.penghargaan.pengendalian.tembakau