Pekalongan – Kemenkes RI, MTCC UMY bersama Aliansi Kepala Daerah Bupati/Walikota peduli KTR hari ini (23/03/2018) mengadakan pertemuan dengan Walikota Pekalongan.
dr. Lili S. Sulistyowati Konsultan Teknis NCD Kemenkes menyampaikan bahwa pertemuan hari ini berkaitan dengan transisi epidiemologi penyakit dimana trend penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabet, kanker mulai meningkat “Penyakit tidak menular tersebut disebabkan karena perilaku gaya hidup & faktor resiko yg mempengaruhinya”, ujarnya.
Beliau yang sebelumnya menjadi Direktur Pencegahan Penyakit tidak Menular Kemenkes RI menambahkan Pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 yg disebut dengan Gerakan Masyarakat Sehat yang sifatnya holistik untuk mengajak lintas sektor program untuk mewujudkan hidup sehat.
Ketua MTCC UMY Winny Setyonugroho yang didampingi oleh Awang Darumurti sebagai Policy Advocation Manager menyampaikan bahwa pertemuan ini juga dalam rangka mendukung implementasi perda KTR dapat lebih massif, “Kota Pekalongan sudah sangat bagus dalam implementasinya, perlu selanjutnya kita support bersama”, ujarnya disela-sela pertemuan tersebut.
“Penerapan Perda KTR di Kota Pekalongan ini bisa menjadi role model bagi daerah/kota di jawa tengah dan akan terus kita dukung,” imbuhnya.
Perlu diketahui bersama bahwa penerapan aturan tentang kawasan tanpa rokok di pekalongan diatur dalam Perda Kota Pekalongan Nomor 19 Tahun 2012 yang direalisasikan pada tahun 2013 lalu dan untuk para pelanggar peraturan, nantinya akan diterapkan sanksi yang cukup tegas berupa denda sebesar Rp 500 ribu rupiah.
Ahmad Fauzi selaku tim aliansi bupati/walikota peduli KTR menyatakan bahwa pada pertemuan hari ini adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap diterapkannya Perda KTR dan Perwali KTR serta iklan rokok di Kota Pekalongan, “Kita mendukung Walikota Pekalongan dalam implementasi Perda KTR dan agar menjadi percontohan bagi kabupaten/kota yang lainnya”, tegas dia.
Dalam Perda tersebut ada tujuh kawasan KTR yang dimaksud, seperti fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, tempat-tempat ibadah, sarana bermain anak-anak, angkutan umum, tempat kerja serta tempat-tempat umum misalnya pasar dan untuk penyediaan bagi tempat merokok, sesuai peraturan yang ada hanya diperbolehkan bagi dua tempat saja yakni tempat umum dan tempat kerja.