Jika anda pernah melihat iklan rokok yang menggambarkan keberanian, keren dan terlihat membanggakan, pasti anda tahu iklan yang menonjolkan hal tersebut. Ya, banyak iklan yang menggunakan metode periklanan tersebut untuk membuat remaja berfantasi bahwa merokok itu hebat, merokok itu jantan, merokok itu keren. Mereka dibuat merasa bangga jika sudah merokok. Berani merokok itu hebat, itulah yang ditanamkan dibawah sadar bagi yang melihat iklan.

Mereka mencoba menyembunyikan dampak negatif dari akibat kecanduan merokok. Berani merokok adalah hebat karena berani menghadapi resiko kanker dan kematian. Berani merokok itu keren karena terlihat kuat walau fisik bagian dalam yang tak terlihat sebenarnya rapuh. Kecanduan merokok itu membanggakan, bukti bahwa sesakit apapun, ia tetap kuat untuk merokok. Sungguh ironi.

Saat ini metode pembuatan iklan rokok mulai berkembang untuk menanamkan metode lainnya yang lebih bersahabat. Banyak metode iklan rokok yang dikembangkan misalnya tema persahabatan, lucu, olahraga, kejantanan, kebanggaan, empati, simpati, kekuatan, ketangguhan, keberanian yang semuanya adalah cara menanamkan suatu kepercayaan dibawah sadar tanpa mereka sadari.

Iklan-iklan tersebut mudah diterima oleh masyarakat karena tidak semua orang mampu membaca dampak buruk jahatnya komponen rokok. Tidak semua orang memiliki pengetahuan yang baik tentang rokok. Sosialisasi iklan rokok lebih gencar daripada penyebaran pengetahuan tentang baik-buruknya rokok itu sendiri. Hal ini adalah rahasia umum, karena perusahaan rokok mampu meraup keuntungan melimpah dari industri rokok dan mampu membayar media dan menjadi sponsor berbagai macam kegiatan bertema sosial, olahraga, dan hal lain yang pasti sangat mudah diterima oleh masyarakat umum.

Salah satu ikon rokok legendaris yang diangkat oleh perusahaan rokok terkenal yang mampu membeli perusahaan rokok lokal Indonesia pernah berhasil mempopulerkan rokok di Amerika Serikat yang kemudian dibawa ke Eropa, Asia hingga ke Indonesia. Sosok pria koboi yang diistilahkan sebagai Marlboro Man digambarkan berada di alam liar dengan rokok yang menemani hari-harinya. Iklan tersebut awalnya dibuat karena rokok pada waktu itu dianggap feminin. Iklan tersebut sukses dan bertahan hingga puluhan tahun lamanya, sehingga perusahaan mampu meraup keuntungan yang sangat besar dan mampu mendirikan kantor-kantor baru di berbagai negara. Pria Marlboro (Marlboro Man) adalah sosok lelaki yang digunakan dalam iklan rokok Marlboro. Dan harga rokok waktu itu masih murah seperti harga permen atau kacang rebus.

Kini di negara asalnya, Amerika, rokok sudah tidak lagi populer. Pemerintah menerapkan peraturan ketat terhadap rokok karena kesehatan eks-perokok yang memburuk melebihi jumlah rumah sakit yang ada di negara tersebut. Harga rokok mulai mahal, peringatan bahaya merokok dengan bukti foto para pesakit disosialisasikan dan diterapkan aturan khusus yang membatasi para perokok. Program pemerintah tersebut berhasil, saat ini merokok adalah hal yang memalukan disana. Orang yang merokok melakukannya dengan sembunyi-sembunyi, dan segera mematikannya jika ada orang yang menegur. Hal ini jauh berbanding terbalik dengan keadaan di Asia khususnya di Indonesia.

Asia, terutama Indonesia memiliki banyak penduduk menengah dan miskin. Ini adalah ladang subur bagi industri rokok dunia. Sangat mudah bagi mereka membangun image dengan iklan sosial untuk mengambil hati para calon konsumen. Dengan peran aktif memberi sumbangan sosial, beasiswa, konser musik, pertunjukan, pencarian bakat, acara televisi, film, sinetron bahkan ikut menjadi sponsor olahraga.

Informasi tambahan dari beberapa mantan model Pria Marlboro yang kecanduan menjadi perokok aktif berikut bisa anda resapi sebagai pengetahuan tambahan. (dikutip dari surat kabar Merdeka)

1. Erick Lawson

Eric Lawson

Mantan bintang iklan produk rokok Marlboro pada 1970-an meninggal di rumahnya di San Luis Obispo, Negaa Bagian California, Amerika Serikat seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Senin (27/1) dan surat kabar Merdeka, (28/1). pada usia 72 tahun 10 Januari lalu karena sakit pernapasan.

Lawson dikenal sudah kecanduan rokok sejak usia 14 tahun. Tapi kemudian dia muncul di iklan antirokok dengan memparodikan sosok pria Marlboro. Dia juga sempat tampil dalam acara bincang-bincang malam di Entertainment Tonight untuk membahas bahaya merokok.

Istri Lawson, Susan, mengatakan suaminya bangga diwawancara soal bahaya merokok itu meski ketika itu dia masih hobi merokok hingga akhirnya didiagnosa mengidap penyakit pernapasan. “Dia tahu merokok itu bahaya tapi dia tak bisa berhenti,” ujar Susan.

2. Wayne McLaren

Wayne Mclaren

Wayne McLaren adalah mantan Pria Marlboro. Dia meninggal di usia 51 tahun pada 22 Juli 1992, setelah berjuang melawan kanker paru-parunya.

“Dia berjuang dalam sebuah pertempuran keras,” kata Louise McLaren, ibu Wayne. Beberapa kata-kata terakhirnya adalah, “Tolong rawat anak-anak. Tembakau akan membunuh Anda, dan saya adalah bukti nyatanya.”

“Semua (perokok) harus melihat berapa lama dia menderita sebelum meninggal, maka mereka akan berhenti,” ujar Louise, seperti dilansir surat kabar the Los Angeles Times pada 23 Juli 1992.

“Saya telah menghabiskan waktu berbulan-bulan di dalam sebuah inkubator dan saya memberitahu Anda, ini tidak layak,” ucap dia kala itu.

Selama beberapa pekan ketika suaminya terbaring setengah sadar di rumah sakit, Ellen McLaren, istri Wayne, mengatakan surat-surat mulai berdatangan dari banyak orang yang berjanji untuk melanjutkan perang McLaren terhadap rokok.

“Dia begitu khawatir dengan anak-anak,” ujar Ellen. “Jika dia bisa menyentuh hidup satu orang di saat dia menderita, itu akan membuat perbaikan dari semua kerusakan yang dia telah lakukan ketika dia menjadi model sebuah merek rokok.”

Wayne sempat berbicara di pertemuan tahunan pemegang saham Phillip Morris, perusahaan produsen rokok Marlboro, dan meminta untuk membatasi iklan mereka. Dan sebelum kondisinya memburuk, Wayne telah membuat penampilan publik untuk memperingatkan anak-anak tentang bahaya merokok. Dia juga berbicara di hadapan legislatif Massachusetts ketika sedang mempertimbangkan RUU untuk menambah pajak bagi rokok untuk membiayai pendidikan kesehatan serta muncul di program BBC berjudul ‘Perang Terhadap Tembakau’.

Wayne dikatakan merokok satu setengah bungkus per hari.

3. David McLean

David McLean

David McLean menjadi sosok Pria Marlboro lainnya yang meninggal karena kanker paru-paru. David McLean tampil selama bertahun-tahun sebagai koboi di iklan televisi rokok Marlboro. Dia meninggal pada 12 Oktober 1995 di usianya yang ke-73 tahun.

Karir McLean dimulai pada 1960 ketika dia membintangi acara musim panas secara singkat dan tampil di TV Guide sebagai koboi terbaru. Dia kemudian muncul dalam serangkaian serial televisi, termasuk Bonanza, The Westerner, High Chaparral, The Virginian, dan Gunsmoke.

McLean mulai merokok pada usia 12 tahun dan mulai menderita emfisema pada 1985, McLean menjalani operasi pengangkatan tumor kanker dari paru-paru kanannya pada 1993.

Meskipun sudah menjalani operasi, kankernya tetap ada dan menyebar ke otak serta tulang belakang, dan McLean akhirnya meninggal pada 1995.?

McLean adalah mantan Pria Marlboro kedua yang meninggal karena kanker paru-paru. Sebelumnya, Wayne McLaren, salah satu dari beberapa model yang melakukan iklan billboard dan muncul di majalah Marlboro, meninggal pada 22 Juli 1992 di usia 51 tahun.

Pada Agustus 1996 istri McLean dan anaknya mengajukan gugatan kematian tak wajar terhadap Philip Morris, mengklaim McLean tidak dapat berhenti merokok sebab kecanduan nikotin, dan sebab kebiasaan merokoknya itu menjadi penyebab kanker paru-parunya.

4. David Millar

David Millar

David Millar adalah salah satu Pria Marlboro yang muncul dalam iklan rokok televisi pada tahun 1950-an. Dia meninggal pada 1987 karena Penyakit paru obstruktif kronik saat usianya 81 tahun.

“Millar menjadi di antara kelompok awal dari aktor dan model yang memakai pakaian koboi dan duduk di atas kuda dengan rokok Marlboro,” kata Stephen Taylor, seorang tetangganya, seperti dilansir surat kabar the Los Angeles Times, 3 Oktober 1987.

Ketika itu Taylor mengatakan Millar memang merokok, tetapi telah berhenti merokok sekitar 20 tahun. Dia juga berhenti berkuda setelah penghematan awal dengan Marlboro.

Charles Dudley, seorang teman lama Millar, menjelaskan Millar sering mengatakan dia adalah ‘Satu-satunya Pria Marlboro yang tidak merokok, minum atau menyukai kuda’.

“Meskipun Millar telah berhenti merokok sekitar tahun 1965, tapi dia telah merokok mungkin selama 40 sampai 45 tahun, sebelum akhirnya berhenti,” ujar Dudley.

5. Dick Hammer

Dick Hammer

Dick Hammer mempunyai nama asli Richard B. Hammer lahir tahun 17 Juli 1930 di Los Angeles, California telah lama menjadi ikon dari Marlboro dan berpartisipasi dalam ratusan iklan. Dari tahun 1970 sampai 1980 ia adalah Marlboro Man ke-4. Syuting untuk banyak iklan di Texas. Dia meninggal di Los Angeles pada tahun 1999 akibat kanker paru-paru, usia 69.