Yogyakarta (mtcc.umy.ac.id)- Wira Setya Dharma, seorang Pembaharu Muda perwakilan dari Yogyakarta, memperkenalkan hasil survey iklan rokok yang dilakukan oleh 20 pembaharu muda di 15 kota yang dibukukan dan diberi judul “Ketika Invasi Iklan rokok tak terbendung lagi”. Pembaharu Muda merupakan kelompok anak muda dari berbagai wilayah di Indonesia, yang sudah mengikuti program pelatihan kepedulian bahaya rokok dari Yayasan Lentera Anak Indonesia (LAI).
Launching buku dilakukan hari sabtu, 25 Februari 2017 bertempat di Ruang Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Hadir juga dalam acara tersebut, komunitas mahasiswa pengendali tembakau 9cm, peserta Tobacco Control Champion dan tim MTCC. Fakta yang didapat pada buku itu menjelaskan bahwa Iklan promosi dan sponsor rokok berada pada tempat dimana anak muda berkumpul, seperti sekolah, kampus, cafe, taman kota, tempat wisata, jalan utama pusat kota dan tempat olaharaga. Hal tersebut menunjukan bahwa industri rokok secara sengaja membidik anak muda sebagai target pasar utama.
Di beberapa kota ditemukan perusahaan rokok menonjolkan huruf tertentu, font dan warna dari brand rokok. Padahal, dalam PP 109 tahun 2012 telah disebutkan bahwa sponsor rokok dilarang penggunaan merek dagang dan logo termasuk brand image produk. Selain itu, ditemukan bahwa perusahaan rokok semakin licik mengusung brand ambassador, tidak lagi kalangan artis ngetop, akan tetapi anak muda yang sukses di bisnis kreatif, distro, desain grafis dan band indie, sehingga para follower dari anak muda tersebut yang menjadi target marekting perusahaan rokok. “Harapannya hasil survey tersebut dapat menyadarkan masyarakat luas khususnya pemerintah, bahwa generasi muda kita sekarang sedang dijajah oleh iklan dan promosi rokok. Selain itu pemerintah dapat dengan tegas melarang iklan dan promosi rokok secara menyeluruh” ungkap Wira.
Selain itu, Dianita Sugiyo, Wakil Ketua MTCC UMY juga menyebutkan tentang pengaruh iklan terhadap pola konsumsi rokok anak muda. Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian yang dimuat di National Institutes of Health, 18 dari 19 penelitian menyebutkan remaja yang tidak merokok akan cenderung memiliki keinginan untuk mencoba merokok dan menjadi perokok pada akhirnya.