Melalui Perda ini Pemda Tanbu mengupayakan adanya perlindungan dan kepedulian kesehatan masyarakat.

Merdeka.com, Tanah Bumbu – Untuk melindungi hak asasi masyarakat Bumi Bersujud agar mendapatkan derajat kesehatan yang setinggi – tingginya, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Tanbu, melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tanbu Nomor 6 Tahun 2017, tentang kawasan tanpa rokok, di Aula Kantor Camat Simpang Empat.

Sosialisasi yang dihadiri oleh aparatur desa dan kelurahan, serta tokoh masyarakat se – Kecamatan Simpang Empat tersebut, bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, tentang adanya kawasan tanpa rokok di Kabupaten Tanbu.

Kepala Bagian Hukum Setda Tanbu, Ikhsan Budiman mengatakan, azas Perda Kabupaten Tanbu Nomor 6 Tahun 2017, tentang kawasan tanpa rokok ini, adalah untuk melindungi hak asasi manusia, khususnya masyarakat Bumi Bersujud, untuk mendapatkan derajat kesehatan setinggi – tingginya melalui pengendalian terhadap bahaya asap rokok.

“Substansi dari Perda ini, untuk menekan para perokok untuk tidak merokok di kawasan yang telah ditentukan sebagaimana disebutkan pada pasal 5, bahwa kawasan tanpa rokok meliputi, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, dan tempat kerja, ” kata Ikhsan, di Tanah Bumbu, Kamis, (23/3).

Menurutnya, aturan dalam Perda ini tidak melarang orang untuk merokok, akan tetapi setelah adanya pemaparan materi terhadap bahaya dampak merokok, diharapkan masyarakat menyadari akan dampak bahaya dari merokok, sehingga menekan jumlah perokok.

Hal ini karena selain berdampak pada kesehatan yang buruk, juga berdampak pada pengeluaran dana. Lebih baik dana atau uang yang ada digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari yang lebih penting, misalnya, pendidikan, kebutuhan gizi, dan keperluan keluarga lainnya.

Menurutnya, mencegah orang untuk tidak merokok bukanlah hal yang mudah, tetapi dikembalikan kepada kesadaran setiap individu masing – masing. Melalui Perda ini Pemda Tanbu mengupayakan adanya perlindungan dan kepedulian kesehatan masyarakat.

Selain mengatur kawasan tanpa rokok, dalam Perda tersebut juga mengatur ketentuan pidana, bahwa setiap orang yang merokok di kawasan tanpa rokok, akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta.

“Sedangkan orang atau badan yang mempromosikan, mengiklankan, menjualkan dan atau membeli rokok di kawasan tanpa rokok, akan dikenai dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 50 juta, ” tegasnya.

Sumber : https://tanahbumbu.merdeka.com/info-tanahbumbu/lindungi-hak-azasi-kesehatan-masyarakat-derah-ini-gelar-sosialisasi–170324u.html