IMG_6189

BEM Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bekerja sama dengan Himasepta UMY, Himagro, dan Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY mengadakan lomba debat antarmahasiswa UMY mengenai Kawasan Tanpa Rokok, Sabtu, (19/12) “Perlombaan debat kawasan tanpa rokok diadakan dengan tujuan agar para mahasiswa yang masih merokok lebih memahami bahaya rokok dan dampak negative yang ditimbulkan akibat merokok”, kata Najib sebagai panitia.

 
Lomba yang diadakan oleh bem Fakultas Pertanian ini diikuti oleh 13 grup dari jurusan yang berberda diantaranya; Jurusan Ilmu Pemerintahan, Hubungan Internasional, Ekonomi, dan masih banyak lagi, satu grup terdiri dari tiga peserta. Perlombaan berlangsung di tempat yang berbeda yaitu ruang F5.001 dan F5.104. Lomba ini dijurui oleh 6 dewan juri. 3 juri di ruang F5.001 dan 3 juri di ruang F5.104. Dalam perlombaan yang menjadi penilaian oleh dewan juri diantaranya; isi materi, strategi penyampaian dan waktu. “Peserta debat harus memperkuat argumen dan lebih jelas lagi dalam menyampaikan argmennya”, komentar Nanik sebagai dewan juri.

 
Lomba debat Kawasan Tanpa rokok mengangkat 9 mosi diantaranya; rokok sebagai budaya di Indonesia dan rokok menurunkan kecerdasan anak bangsa. Team pro dalam mosi “rokok mampu menurunkan kecerdasan anak bangsa” mengatakan “ merokok menurunkan fungsi otak dan merokok merupakan salah satu penyumbang kematian terbesar di Indonesia”.

 
Perlombaan yang diikuti oleh 13 grup ini dimenangkan oleh IMM Fisipol yang beranggotakan Imelda, Hanafi dan Arif dan juara 2 dimenangkan oleh HI Fisipol beranggotakan Yopi Irianto P, Satriya Ade N, dan M.Rizal Sanun.

 
Dengan adanya perlombaan ini diharapkan perokok aktif mengetahui dampak negatif yang diakibatkan oleh rokok, selain itu tidak ada lagi mahasiswa yang merokok dilingkungan kampus, dan UMY benar-benar menjadi kampus yang bebas rokok.

 

By : Dita