BANTUL (KRjogja.com) – Media sosial seperti facebook dan twitter yang banyak digandrungi masyarakat Indonesia, dianggap cukup efektif digunakan untuk kampanye pengendalian produk tembakau. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu Negara dengan pengguna media sosial internet terbanyak di dunia.

 

“Media sosial dapat memberikan pengaruh positif untuk menyalurkan informasi terhadap mayarakat tentang pengendalian produk tembakau,”  ujar peneliti Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY, Fauzi A.N.

Menurutnya, saat ini sosial media telah menjadi gaya hidup masyarakat khususnya anak muda. Sehingga sarana ini sangat penting memberikan informasi pada mereka, tentang dampak buruk dari produk tembakau bagi kesehatan.

“Tujuannya adalah untuk memberikan pendidikan bagi anak muda yang menjadi perokok pemula agar tidak mencoba lagi,” paparnya.

Dengan workshop ini sendiri, lanjutnya, diharapkan dapat memunculkan sebuah jaringan yang terdiri dari orang-orang yang peduli terhadap pengendalian tembakau dan dapat membuat gerakan perubahan di masyarakat secara nyata.

Beberapa gagasan yang dihasilkan diantaranya, dengan membentuk tim yang akan mengurusi pusat data mengenai Pengendalian Tembakau. Data yang di maksud meliputi aturan perundang – undangan, ekonomi, hingga kajian kesehatan bekerjasama dengan dokter.

“Selanjutnya akan disebarluasakan kepada masyarakat melalaui jejaring sosial yang akan ditangani oleh tim sosial media. Yakni dengan memanfaatkan twitter, website, facebook, hingga youtube dengan mengedepankan kreativitas dalam mengolah data tersebut agar menjadi lebih menarik,” imbuhnya. (Aie)