KTR jogja

 

 

 

 

 

 

Di lansir dari Harianjogja.com, Peraturan Wali Kota No 12/2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang seharusnya di terapkan 1 April 2016 du tunda hingga 1 Oktober 2016. Hal ini di karenakan sosialisasi tentang tentang Perwal KtR oleh pemerintah kota belum matang. Selain itu, belum tersediannya tempat untuk khusus untuk merokok juga menjadi pertimbangan untuk menunda pelaksanaan perwal KTR 1 April 2016.

Menurut Kepala Sub Bagian Perundang-undangan, Bagian Hukum Pemerintah Kota Jogja, Syahrudin Alwi Effendi, saat ini para anggota dewan juga sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTAR) sehingga untuk menghargai RAPERDA yang sedang di susun pelaksanaan PERWAL tentang KTR di tunda. Dengan ini juga harapannya saat RAPERDA di sahkan akan di sesuaikan dengan PERWAL sehingga lebih sinkron dalam pelaksanaannya.

Pembahasan RAPERDA di kalangan anggotas dewan masih alot karena masih terdapat beberapa fraksi yang masih belum mendukung adanya KTR. Bahkan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menarik perwakilannya dari pansus agar tidak ikut melanjutkan pembahasan. Wakil Ketua Fraksi PDIP, Antonius Fokki Ardianto mengatakan walkout itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada pimpinan terkait pemberlakuan Perwal KTR sementara Perdanya masih dibahas.

 

Sumber : http://www.harianjogja.com/baca/2016/03/31/kebijakan-daerah-dapat-tekanan-dari-dewan-perwal-ktr-ditunda-705785