Puncak dari serangkaian acara peringatan meninggalnya pahlawan anti rokok, Robby Indra Wahyuda, dilakukan Sabtu 30 Juli 2016 di Lantai 3 Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Acara ini bertajuk Orasi Kebudayaan dengan tema Korupsi, Rokok , dan Harapan Atas Masa Depan. Kerjasama yang dilakukan antara Suara Tanpa Rokok, Social Movement Institute (SMI), dan Centre For Local Law Development Studies (CLDS) turut menghadirkan penyair terbaik Asia Tenggara yaitu D. Zawawi Imron sebagai pembicara dalam sesi Orasi Budaya.

Serangkaian acara yang dimulai sejak 24 Juni 2016 dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh ketua Social Movement Institute sebagai simbol pembukaan. Dilanjutkan dengan perlombaan mural yang terbuka hanya untuk 15 peserta. Antusias masyarakat mengikuti perlombaan ini sangat terlihat sejak pengumuman dipublikasikan, hanya dalam dua minggu kuota peserta terpenuhi. Seniman yang turut serta dalam acara ini tidak hanya berasal dari Yogyakarta namun juga kota-kota lain di pulau Jawa.

Kreasi seni berupa tari dan pembacaan puisi juga turut serta menghiasi acara ini. Pemutaran film perjuangan Robby Indra Wahyuda turut menggugah rasa duka hadirin di ruang itu. Penataan lokasi dengan pemasangan mural sejak pintu masuk fakultas hukum sangat menarik mata orang-orang yang melintas di area itu.

Dalam orasi budaya, D. Zawawi Imron mengatakan bahwa rokok bisa mengotori hati kita, hati yang bersih pasti akan menolak segala yang buruk termasuk rokok. Menurutnya, orang yang merokok berarti menyiapkan diri untuk mengasapi hari esoknya. Pesan yang membuat gelak tawa hadirin di ruang itu ,”Dimana orang bertanam padi, kalau semua orang bertanam tembakau”.

Pada akhir acara, diumumkan pemenang lomba mural. Juara 1 diraih oleh seniman K3, juara 2 oleh seniman HCH, juara 3 oleh seniman smART, juara harapan oleh seniman Jamur Tembok, seniman Balek Kandang, dan seniman Dimas Art

 

Sumber : http://indonesiabebasrokok.org/2016/07/31/mengenang-perjuangan-robby-melalui-mural/