Pada Jumat 5-6 mei 2017 lalu, Tempo Institute kembali mengadakan Festival Menulis dengan tema “Menulis Itu Asyik : Kreatif Di Era Digital” yang digelar di Gedung Tempo Jl. Palmerah Barat Raya Jakarta Selatan. Pelatihan ini mempertemukan berbagai kalangan seperti pegawai swasta, guru, mahasiswa, jurnalis, aktivis. Muhammadiyah Tobacco Control Center sebagai suatu lembaga yang bergerak di bidang Tobacco Control ikut berpartisipasi dalam acara ini sebagai peserta dalam rangka peningkatan capacity building

Sebanyak 8 Kelas dibuka pada saat acara berlangsung antara lain Kelas Infografis; Menulis Ilmiah Modern;Menulis Fiksi; Fotografi;Menulis Feature;Video Blog;Menulis Perjalanan;Menulis Opini, seluruh peserta diperbolehkan memilih 4 Kelas dalam 2 hari. Pada kegiatan ini kami memilih kelas Infografis, menulis Ilmiah Modern, Menulis Opini, serta Menulis Feature. Selain kelas pelatihan dihari pertama peserta diajak berbincang dengan Goenawan Mohamad dengan tema “Tantangan Penulis”.

Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala” sekiranya begitulah apa yang dikatakan Sayyid Quthb. Dengan menulis kita bisa melakukan perubahan sosial, kita bisa melakukan perlawanan, kita bisa menyuarakan kebenaran. Seorang aktivis di era digital sudah seharusnyalah pandai dalam menuangkan pemikiran-pemikirannya melalui tulisan. Pramoedya Ananta Toer mengatakan “Karena kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, dikemudian hari” dengan kata lain tulisan tulisanmu akan akan menjadi saksi atas apa yang kamu perjuangkan hari ini.

Sungguh 2 hari yang produktif, tidak disangka ditangan yang tepat waktu yang singkat bisa mengajarkan banyak hal……..