Kulon Progo, Senin (03/12) – dr. Hasto Wardoyo, SP. OG. (K) selaku bupati Kabupaten Kulon Progo bersama dengan Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manuasia Kementerian Koprasi dan Usaha, Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bapak Drs. Talkah Badrus, MM. dan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2TM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu dr. Cut Arianie, M. HKes Bersama-sama hadir sebagai pembicara dalam Workshop dan Launcing Pemasangan pesan hidup sehat pada display iklan rokok beserta produk tembakau lainnya di Toko Milik Rakyat (TOMIRA).

Tujuan dilaksanakan workshop tersebut merupakan bentuk penerapan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2015 tentang petunjuk teknis pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok. Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai peraturan-peraturan tersebut diatas, namun juga dijelaskan teknis pelaksanaan serta kegunaannya kepada pelaku usaha agar kedepannya semua pelaku usaha dapat memasang pesan hidup sehat pada display iklan atau promosi rokok di tempat usaha yang ia laksanakan.

Tidak hanya sampai disini saja, Pemkab Kulon Progo Bersama dengan MTCC-UMY, KEMENKOP dan UKM RI dan KEMENKES RI juga melaksanakan launcing Pemasangan Pesan Hidup sehat pada display iklan rokok beserta produk tembakau dan sejenisnya pada salah satu toko milik rakyat yang kita kenal dengan Tomira. Pemasangan pesan hidup sehat itu dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan worksop tersebut diatas, pelaku usaha atau pengelola usaha setelah diberi pemahaman yang menyeluruh maka seharusnya dilaksanakan dengan tindakan atau aksi yang sejalan dengan materi yang sudah disampaikan.

Setelah launcing pemasangan pesan hidup sehat di TOMIRA maka diharapkan seluruh pemilik atau pengelola tempat umum seperti yang disebutkan pada Pasal 12 Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2015, yaitu : hotel, restaurant, bioskop, pusat perbelanjaan, mall, pasar swalayan, arena olah raga, terminal, stasiun, bandara, tempat umum atau tempat lain yang ditetapkan dapat memasang secara langsung pesan hidup sehat pada display iklan rokok beserta produk tembakau lainnya yang sejenis.

Dianita Sugiyo, S.Kep., Ns., MHID dan Resti Yulianti, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB selaku bagian dari Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC-UMY) juga menuturkan bahwa pemerintah daerah tidak cukup hanya dengan menerbitkan Peraturan Daerah dan/atau Peraturan Bupati terkait dengan Kawasan Tanpa Rokok namun juga bagaimana usaha pemerintah dalam menerapkan atau mengimplementasikan peraturan yang sudah dibuatnya guna memaksimalkan pengendalian bahaya merokok dan paparan asapnya. Pemasangan pesan hidup sehat pada display iklan atau promosi produk tembakau (rokok dan sejenisnya) merupakan bagian dari pelaksanaan Perda dan Perbub Kabupaten Kulon Progo tentang Kawasan tanpa rokok.

Kami sangat menudukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan memasang pesan hidup sehat pada display iklan rokok dan produk tempakau lainnya pada salah satu tempat umum. Tidakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang sedang mengupayakan pencegahan dsn pengendalian penyakit yang bersifat promotif yang mengandung unsur preventif terhadap segala penyakit. Tidak hanya demikin Prevalensi perokok di Indonesia semakin meningkat. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan peningkatan prevalensi perokok yang signifikan pada tahun 1997 ke 2003 yaitu dari 27% menjadi 36,3%  artinya, jika 20 tahun yang lalu dari setiap 3 orang Indonesia 1 orang di antaranya adalah perokok, maka  saat ini dari setiap 3 orang Indonesia 2 orang di antaranya adalah perokok. Jumlah perokok pemula terbesar di Indonesia adalah remaja. Berdasarkan data Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak menunjukkan hampir 88,6 persen perokok pemula adalah remaja di bawah usia 13 tahun. Prevalensi perokok pemula pada remaja jumlahnya juga semakin meningkat. Berdasarkan data Riskesda (2018) prevalensi perokok pada remaja (10-18 tahun) terus meningkat yaitu 7,2 % (2013), 8,8 % (2016), dan 9,1% pada tahun 2018. Berdasarkan data tersebut kami MTCC-UMY akan terus mengawal baik pemerintah pusat atau daerah agar lebih giat dalam menciptakan sekaligus menerapkan kawasan tanpa rokok dan pengendalian iklan produk tembakau (rokok dan sejenisnya) demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas kedepannya.