PURWOKERTO – Penegakan Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok bakal menjadi tantangan Pemkab Banyumas. Pasca ditetapkan dan disepakati bersama, Senin (31/10) kemarin, selanjutnya pemkab hanya tinggal meminta nomor register kepada Gubernur Jawa Tengah, termasuk nanti diturunkan melalui peraturan bupati (Perbup). Wakil Bupati Banyumas, dr Budhi Setiawan menegaskan, aturan kawasan tanpa rokok tersebut, bukan difokuskan pada pelarangan kepada masyarakat untuk merokok, melainkan mengurangi dampak rokok dengan membatasi tempat-tempat yang tidak diperbolehkan untuk merokok. “Seperti di lingkungan Pemda nanti diharapkan semua ruang bisa bebas rokok. Nantinya juga akan disediakan ruang khusus untuk merokok,” ujarnya mencontohkan. Dia mengakui, sampai saat ini angka konsumsi rokok di Banyumas masih cukup tinggi, mengingat rokok menjadi salah satu item yang mempengaruhi inflasi daerah. Menurut Budhi, perlu ada upaya pemaksaan kepada masyarakat terkait pembatasan merokok di ruang-ruang publik. Salah satu upaya pemaksaan yang dilakukan yaitu dengan ditetapkannya Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok tersebut. “Harapannya ada rasa saling menghargai antara perokok aktif maupun perokok pasif, sehingga beberapa kawasan di Banyumas bisa bebas dari asap rokok,” tegasnya. Untuk penegakannya, nantinya akan lebih diperinci lagi melalui Perbup. Meski demikian, hal tersebut tidak serta merta menjadi tanggung jawab dari pemerintah saja, melainkan juga perlu andil dari masyarakat dan semua elemen masyarakat. Selain penetapan Raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok, Senin kemarin eksekutif dan legislatif juga menyepakati penetapan empat raperda lain, yaitu Raperda tentang Ruang Terbuka Hijau, Raperda tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik, Raperda tentang Pemberian ASI Eksklusif, dan Raperda tentang Kearsipan. Ketua Pansus Raperda Kawasan Tanpa Rokok, drg Andrias Kartikosari mengungkapkan, inti regulasi tersebut ditujukan untuk mengurangi kebiasaan merokok masyarakat di tempat umum, sehingga diperlukan aturan lokasi yang diperbolehkan maupun tidak untuk merokok. Terkait lokasi-lokasi yang akan dijadikan kawasan tanpa rokok, Andrias menjelaskan ada beberapa titik yang nantinya akan dijadikan kawasan tanpa rokok seperti tempat umum, tempat ibadah, tempat pendidikan, pelayanan kesehatan, angkutan umum, dan tempat kerja. Di beberapa lokasi tersebut nantinya ada kewajiban untuk membuat ruang khusus merokok. “Peran serta masyarakat menjadi salah satu faktor penting. Sehingga juga ada aturan berkaitan dengan pengawasan dari masyarakat,” ujarnya. Untuk sanksi, Andrias menegaskan sanksi tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera. “Sanksi berupa teguran, sanksi administrasi, hingga denda,” tegasnya. (bay)

Sumber: http://radarbanyumas.co.id/penegakan-perda-kawasan-tanpa-rokok-di-banyumas-jadi-tantangan/
Copyright © Radarbanyumas.co.id