FAJARONLINE.COM – Peraturan daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sudah efektif diterapkan tahun ini. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel juga wajib menyiapkan ruang khusus untuk merokok.

Sesuai Perda ini, ada beberapa lokasi yang menjadi kawasan tanpa rokok. Mulai dari fasilitas layanan kesehatan provinsi, tempat belajar mengajar provinsi, tempat ibadah milik provinsi, fasilitas olahraga tertutup milik provinsi, angkutan umum lintas kota atau lintas provinsi.

Bahkan termasuk di atas kendaraan dinas, bus pegawai, tempat kerja OPD, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pelabuhan laut, dan tempat lain di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Bagi yang melanggar aturan ini akan dikenakan sanksi berupa denda Rp1 juta atau pidana kurungan tiga bulan.

Kepala Biro Hukum dan HAM Sulsel, Rizal Syam menuturkan saat ini perda KTR ini terus disosialisasikan dengan optimal. Kata dia, tahapan perda ini sudah masuk tahapan penerapan sejak tahun lalu namun belum efektif.
“Saat ini masih kami terus sosialisasikan. Butuh proses,” ungkapnya kepada FAJARONLINE.COM, Rabu (24/5/2017).

Kata dia, salah satu kendala perda tersebut belum berlaku efektif karena di kawasan tanpa rokok beberapa tempat belum menyiapkan area smoking room atau ruangan khusus bagi perokok.

“Ini yang perlu didorong dahulu kepada para pimpinan OPD karena ini berlaku di perkantoran. Juga di sekolah-sekolah bahkan rumah sakit. Smoking room yang belum tersedia membuat perda ini belum efektif,” bebernya.

Sesuai mekanisme lanjutnya, penerapan perda memang baru bisa efektif dua tahun setelah disahkan. “Tahun ini, kami upayakan sudah bisa berlaku efektif. Karena Perda dibuat untuk dilaksanakan. Termasuk sanksi-sanksinya,” urainya.

Untuk mendorong penegakan Perda KTR ini lanjutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. “Karena untuk penanggung jawab KTR ini ditunjuk masing-masing pimpinan di lembaga. Misalnya di sekolah tentu kepala sekolahnya. Di rumah sakit tentu ada direkturnya. Kami akan segera data yang belum efektif menerapkan,” tandasnya. (fik)

Sumber : http://www.fajaronline.com/2017/05/25/perda-ktr-merokok-di-tempat-ini-warga-didenda-rp1-juta