Danar Widiyanto | Sabtu, 31 Mei 2014 | 06:54 WIB

Ilustrasi (Foto: Dok)
KULONPROGO (KRjogja.com) – Rokok menjadi salah satu yang menghambat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kulonprogo. Sebab di Kulonprogo sekitar Rp 63 Miliar setahun hanya dibakar untuk rokok. Karena itu Pemkab Kulonprogo terus melakukan penegakan terhadap Peraturan Daerah (Perda) No 5 th 2014 tentang Kawasan Bebas Rokok.

Hal itu dikatakan Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K). “Perda tersebut merupakan yang pertama di DIY dan satu dari dua kabupaten di Indonesia yang sudah menetapkan perda dengan melarang sponsor dan baliho rokok di wilayah kabupaten. Sedangkan kabupaten lainnya adalah Payakumbuh,” ujar Hasto, Jumat (30/05/2014).

Ditambahkan Hasto, secara nasional baru ada 18 kabupaten yg membuat perda tersebut. “Di Kulonprogo sekitar Rp 63 Miliar setahun hanya dibakar untuk rokok. Ini kan menjadi salah satu yang menghambat pengentasan kemiskinan,” katanya sambil menyambut baik ditetapkannya 31 Mei sebagai Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia.

Karena itu, Hasto mengajak untuk “saves our lives, and saves our money”. Sebab beberapa dampak buruk merokok bagi kesehatan diantaranya gangguan kesehatan ibu hamil dan janin, kanker paru, menurunkan kualitas sperma dan telur penyebab kemandulan. “Selain itu mempercepat menopause bagi wanita terpapar rokok, meningkatkan risiko strok serangan jantung, meningkatkan risiko kanker mulut rahim, serta meningkatkan kanker nasoparing (tenggorokan),” tandasnya.(Wid)