Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Tembakau Menjerit

Rudi Uihaq – 12 Mei 2014 12:57 wib
Petani menyiram tembakau/ANT/SISWOWIDODO.

Petani menyiram tembakau/ANT/SISWOWIDODO.

Metrotvnews.com, Probolinggo: Kelangkaan pupuk bersubsidi kembali berulang. Kali ini yang merasakan petani di wilayah Probolinggo, Jawa Timur. Kelangkaan pupuk bersubsidi sudah terjadi sebulan lalu. Petani menjerit karena Juni nanti musim tanam tembakau tiba.

Suparman, salah seorang petani asal Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo mengaku resah oleh kelangkaan pupuk bersubsidi itu. Ia berharap pemerintah segera turun tangan agar pupuk tidak sulit dicari dan harga kembali normal.

Di pasaran memang ada pupuk. Tapi karena tidak disubsidi, harganya tinggi. Pupuk Urea nonsubsidi saat ini dibanderol dengan harga Rp 450 per per kuintal. Sementara harga Urea bersubsidi hanya Rp180 ribu per kuintal. Demikian pula pupuk ZA bersubsidi hanya dibanderal Rp140 ribu per kuintal. Namun, keberadaan kedua pupuk bersubsidi itu amat langka di pasaran.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Kabupaten Probolinggo Mudzakir mengatakan, akibat kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut proses tanam tembakau terganggu. Biasanya, kata dia, 25 hari sebelum masa tanam petani sudah masuk dalam masa persiapan budidaya tanaman tembakau.

Menurut Mudzakir, pupuk bersubsidi itu langka karena ada pengurangan pasokan pupuk dari pemerintah. Informasi itu ia dapatkan dari kios dan distributor pupuk.

(Dor)

Sumber: http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/05/12/240772/pupuk-bersubsidi-langka-petani-tembakau-menjerit