SFA

Minggu (15/3) telah dilaksanakan Kegiatan “Social Media Workshop” yang bertajuk Break The Chains, Be the Change yang diselenggarakan oleh Smoke Free Agent (SFA) Indonesia . Kegiatan yang digelar di Gd. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) itu bertujuan untuk memberikan pemahaman dan cara berselancar yang baik dan benar di dunia maya, terutama di Social Media. Kemudian melatih para agent-agent perwakilan dari setiap institusi/organisasi dalam mengelola akun Social Media. Dengan demikian maka para agent perwakilan dari setiap Institusi/Organisasi diharapkan dapat berkampanye dan menyerukan akan bahayanya rokok di Social Media tentunya dengan baik dan benar.

Kegiatan yang diselenggarakan 2 hari tersebut mengahadirkan Pembicara dr. Kartono Muhammad Head of Tobacco Control Support Center (TCSC), dr. Widyastuti Soerojo TC Special Unit-Indonesian Public Health Association, Bagja Hidayat-Tempo Editor, Roy Rubiyanto – Professional Photographer, dan Panji Wijaya – Professional Videographer. Dalam kegiatan ini juga dihadiri agent-agent perwakilan dari setiap Institusi/Organisasi di Indonesia yang peduli dengan Tobacco Control.

Kegiatan yang dihadiri sebanyak 40 Peserta ini berlandaskan Spirit yang terkandung Undang-undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah No.109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan adalah peningkatan derajat kesehatan. Upaya menyerukan akan pentingnya kesehatan dan bahayanya produk tembakau untuk seluruh masyarakat dengan mengikutsertakan masyarakat secara luas yang mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang bersifat menyeluruh terpadu dan berkesinambungan.

Seiring dengan Berlandaskan dengan UU itu, maka diperlukan juga penggunaan social media yang baik dan benar sebagai sarana interaktif dengan masyarakat melalui dunia maya, mengingat perkembangan teknologi yang saat ini mulai dirasakan disetiap lapisan masyarakat terutama dalam penggunaan Social Media itu sendiri.

Sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan dan pengendalian tembakau di Dunia Maya, tentunya harus diiringi dengan pengembangan konseling berhenti merokok di Social Media, dengam tujuan agar dapat menyerukan akan bahaya rokok dan kepedulian akan Tobacco Control dalam media sosial sehingga dapat menekan angka perokok dan mengurangi prevalensi perokok pemula. Untuk mewujudkan tujuan tersebut tentunya perlu dilakukan Kegiatan “Social Media Workshop” seperti ini.