Jakarta – Kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya rokok dipasang di beberapa unit bus Transjakarta. Sedikitnya ada sebanyak 21 unit bus Transjakarta yang dipasangi iklan stiker layanan masyarakat tersebut.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Budi Kaliwono mengatakan, pihaknya bangga bisa terlibat dalam kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya pelayanan secara teknis tapi juga mengingatkan kepada masyarakat.

“Ada 20 bus lagi yang kami pasangi stiker iklan bahaya merokok. Dengan sering kita melihat dan membaca, pesan ini akan efektif,” ujar Budi saat peluncuran iklan layanan masyarakat tersebut di Balai Kota, Selasa (6/6).

Bus-bus berstiker iklan bahaya merokok ini akan dioperasikan di Koridor 9 terlebih dahulu dan kemudian akan menyebar ke koridor lainnya. Sepuluh unit di antaranya adalah bus berwarna pink. Tulisan kampanye bahaya rokok yang tertulis dalam bus tersebut adalah “Ngerokok Cuma Bakar Uang” dan “Keren Tanpa Rokok”.

“Semoga dibaca masyarakat sehingga mereka akan fokus tidak membakar uang untuk merokok,” katanya.

Pada kesempatan itu, Transjakarta juga diberi penghargaan atas kepeduliannya terhadap bahaya merokok dengan memasang iklan-iklan tersebut oleh Komisi Nasional Pengendalian Tembakau.

Sementara itu, Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau, Prijosidi Utomo mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih dengan bersedianya Transjakarta menjadikan busnya sebagai media untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya merokok.

“Konsumsi rokok di Indonesia sudah sangat tinggi, konsumsinya mengalahkan 14 kali untuk beli daging, 11 kali untuk kesehatan dan 7 kaki untuk pendidikan,” katanya.

Bahkan, katanya, rokok hanya akan mempersulit kelompok rentan atau warga miskin di jurang kemiskinan yang lebih jauh. Sebab dalam jangka panjang, katanya, rokok bisa merusak sumber daya manusia negeri ini karena adiksi yang disebabkannya.

“Kami apresiasi yang dilakukan siapapun yang berjuang untu kepentingan masyarakat, karena rokok juga gerbang narkoba,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah yang meluncurkan langsung iklan layanan masyarakat atas bahaya merokok ini juga menyampaikan, uang masyarakat sedianya bisa digunakan untuk kepentingan yang lain selain rokok. Tagline yang diusung, katanya, akan sangat mempengaruhi masyarakat.

“Ini bukan cuma untuk para pengguna Transjakarta, tapi orang yang melihat Transjakarta. Efeknya pasti lebih luas bahwa orang Jakarta sangat komit bahwa merokok berbahaya,” katanya.

Ditambah lagi, katanya, merokok menajdi salah satu faktor mengapa kemiskinan terus menghambat. Apabila masyarakat lebih memilih uang yang ada untuk meningkatkan kualitas makanannya daripada merokok, maka hidup mereka juga akan lebih baik.

“Dua tahun lalu, ide supaya bus Transjakarta dipasang stiker anti rokok muncul. Sekarang bisa terlaksana. Ini karena statusnya iklan layanan masyarakat, bebas dari pajak. Semoga upaya ini dilihat dan didengar oleh warga DKI bahwa uang bisa digunakan untuk yang lain selain rokok,” pungkasnya.

Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/434835-transjakarta-siapkan-21-unit-bus-untuk-kampanye-bahaya-merokok.html