Fisipol Day Without Tobacco

IMG_5885

Awal dibuatnya acara ini adalah dikarenakan adanya tugas kuliah kelas public relation. Ibu Dian Asmawati, S.IP., MA selaku dosen yang mengajar mata kuliah Public Relation, memberikan tugas kuliah berupa pembuatan sebuah program namun berkesan kepada mahasiswanya. Kemudian ada dari mahasiswa memberikan ide “bu, boleh engga kalau kita itu langsung membuat kegiatan? Daripada hanya rencana alangkah lebih baik kalau direalisasikan.” Sehingga seperti semacam praktikum.
Dari mahasiswa yang memilih membuat suatu kegiatan, mereka sepakat membuat sebuah acaranya dengan tema Fisipol Day Without Tobacco, acaranya ini berlangsung 2-3 januari 2014 bertempat di hall fisipol UMY. Acara tersebut berupa penyebaran kuesioner kepada mahasiswa terkait apakah regulasi yang telah ditetapkan kampus telah efektif? apakah mahasiswa paham bahwa dikampus umy telah ada larangan untuk merokok? Penempelan poster dan yang paling utama sayembara penukaran rokok dengan coklat. Putri mahasiswa fisipol UMY selaku panitia mengatakan bahwa acaranya ini diselenggarakan awalnya dengan iuran 10rb tiap anggota panitia. Fadli mahasiswa fisipol UMY selaku ketua panitia juga mengakui awalnya membuat acara ini dengan skala kecil, tidak berekspektasi yang muluk-muluk. Tapi alhamdulillah, tanggapannya ternyata positif. Putri juga menambahkan bahwa kemarin ada seorang mahasiswa yang sedang merokok diminta menukarkan rokoknya dengan coklat awalnya malu-malu tapi akhirnya mereka mau. Ada pula mahasiswa yang dengan suka rela hati menukarkan rokoknya dengan coklat. Lain lagi dengan mahasiswi, mereka sengaja meminta pada mahasiswa2 yang merokok, demi bisa menukarkan rokok itu dengan coklat. namun, ada juga mahasiswa-mahasiswa yang menolak untuk menukarkan rokok mereka.

IMG_5867

Dia, salah satu mahasiswa fisipol UMY mengatakan bahwa telah mengetahui bahwa dikampus merupakan area untuk tidak merokok, namun menurut dia masih banyak teman-temannya yg merokok diseputaran kampus. Ditanya tentang acara yg Fisipol Day Without Tobacco, Dia mengaku sangat mendukung. Karena menurutnya peraturan dilarang merokok tidak bisa efektif bila hanya peraturan saja tanpa ada realisasi yang nyata untuk penerapannya. Lebih lanjut Dia juga mengatakan seharusnya cara yang efektif untuk membuat peraturan itu bisa diterapkan adalah dengan mengajak kerjasama seluruh pihak dikampus ini, mulai dari dosen karyawan hingga mahasiswanya. Kalau perlu diharapkan ada pengawasan yang nyata dengan sanksi-sanki yang jelas dan ditaati.
Kembali pada acara fisipol day without tobacco sendiri, diselnggarakan karna kesadaran panitia yang merasa prihatin dengan keadaan kampus mereka, dimana sudah jelas ada aturan yang berlaku namun masih banyak mahasiswa yang melanggarnya, baliho-baliho yang dulu ada kini sudah tidak ada lagi.

IMG_5891

Beny, ditanya pendapat tentang fisipol day without tobacco mengatakan kalau kitanya menukarkan rokok itu kita akan rugi, kan coklatnya lebih murah dari rokok. Rokok 1 batang bisa seharga 1000-2000 ribu rupiah, sedangkan coklatnya hanya seharga kurang dari 1000 rupiah.
Terkait larangan untuk merokok, beny menjelaskan bahwa dosen saja masih merokok kenapa mahasiswanya engga boleh? Toh banyak dosen yang masih merokok dilingkungan kampus. Jadi kami sebagai mahasiswa ya engga bisa dipaksa untuk tidak merokok dilingkungan kampus.

IMG_5883