Universitas Muhammadiyah Magelang mendeklarasikan pembentukan “Muhammadiyah Tobacco Control Center” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dampak tembakau terhadap kesehatan.

Ketua MTCC Universitas Muhammadiyah Magelang Retno Rusdjijati di Magelang, Selasa mengatakan pembentukan MTCC UMM berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 06/DKL/II.3/AU/B/2014.

“Diharapkan akan memperkuat implementasi pelaksanaan kawasan tanpa rokok dan penghentian iklan, promosi, dan sponsor rokok, serta penguatan advokasi kebijakan publik terkait KTR di wilayah Jateng,” katanya.

Pada kesempatan di Aula Gedung Rektorat UMM, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu juga berlangsung lokakarya “Inisiatif Pembentukan MTCC”, kerja sama UMM dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Peserta kegiatan berjumlah sekitar 100 orang, antara lain berasal dari unsur pemerintah, organisasi masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan kalangan akademis lainnya. Loka karya dibuka oleh Wakil Rektor II UMM Mujahidun, sedangkan pembicara Nanik Prasetyoninsih dan Mutia Hartanti (MTCC UMY) serta Sri Margowati (Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UMM dan Ketua Pusat Studi Gender UMM).

Nanik mengemukakan perlunya perlindungan terhadap para mahasiswa dari produk yang tidak menyehatkan dan menyebabkan kematian.

“Untuk itu dibuatlah strategi advokasi melalui komitmen internal, menegakkan KTR, melakukan aksi, antara lain dengan menempel tanda larangan merokok serta membangun jejaring untuk membangun gerakan kampus bebas asap rokok,” kata Koordinator Advokasi MTCC UMY itu.

Margowati mengemukakan pentingnya kampus yang bersih dan sehat, dengan bebas dari asap rokok.

“Untuk menuju kampus sehat, bersih, bebas asap rokok ada tiga tahapan yang dilakukan, yakni sosialisasi dampak merokok, pembatasan area merokok, serta penciptaan KTR,” katanya.

Upaya kontrol terhadap tembakau yang dilakukan UMM, katanya, antara lain bekerja sama dengan Pemprov Jateng pada 2010 dan 2011, memfasilitasi sosialisasi bahaya merokok dan penelitian tentang budi daya stevia sebagai pengganti tanaman tembakau pada 2012 dan 2013.

Mutia yang Wakil Ketua MTCC UMY itu, mengemukakan kesadaran masyarakat bahwa iklan rokok dan sponsor rokok memengaruhi kebiasaan seseorang untuk merokok.

Berdasarkan survei, katanya, sebagian besar responden menyatakan tidak setuju iklan dan sponsor rokok dalam pertunjukan seni dan olahraga.

Selain itu, katanya, masyarakat sebenarnya menghendaki aturan yang tegas tentang iklan dan sponsor rokok dalam kegiatan publik, untuk mencegah sejak dini pengaruh merokok terhadap anak-anak dan remaja.

Sumber: Republika