phw

REPUBLIKA.CO.ID,¬†LONDON — Memperingati Hari Kanker Internasional, WHO merilis trend kanker saat ini disebabkan oleh budaya merokok. 2014 menjadi tahun yang menandai tingginya angka kematian disebabkan kanker paru-paru.

WHO mendeklarasikan tembakau sebagai penyebab tunggal terbesar kanker di dunia. WHO mencatat, dari 8,2 juta orang yang meninggal karena kanker setidaknya 1,6 juta atau sekitar 20 persen dari 8,2 juta mati karena prilaku merokoknya.

WHO memperkirakan setidaknya akan ada 6 juta orang yang akan meninggal tahun ini akibat penyakit yang disebabkan oleh merokok. Penyakit tersebut antara lain, kardivaskular, penyakit paru kronis, dan kanker.

Jika pengendalian tembakau tidak bisa dilakukan, maka WHO memperkirakan kematian yang disebabkan oleh tembakau akan meningkat. WHO memperkirakan 2030 ada 8 juta orang yang akan meninggal disebabkan merokok.

WHO pun sudah membuat Konvensi pengendalian tembakau yang sudah diratifikasi hampir 80 persen negara yang ada di seluruh dunia. Konvensi tersebut memperkuat Undang-undang pengendalian tembakau yang ada.

Langkah ini, disebut WHO sebagai langkah strategis, karena jika sebuah negara saja berkomitmen untuk menerapkan dan mensosialisasikan bahaya merokok pada masyarakatnya, maka biaya untuk membeli rokok tersebut bisa memenuhi kebutuhan peningkatan pelayanan kesehatan gratis.

Seperti dilansir dari laman who.int, WHO mengajak semua umat manusia untuk bisa melawan industri tembakau. Industri tembakau menghabiskan puluhan miliyar dolar setiap tahunnya untuk iklan, promosi, dan sponsor. Sampai saat ini industri tembakau masih belum mau mematuhi regulasi yang ada.

 

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/15/02/05/nj9ojt-who-rokok-menjadi-pembunuh-utama